TENTANG ISU IMPOR 5.000 SENJATA, POLRI: ITU SUDAH SESUAI
KARIMUN (KK) ISU impor 5.000 (lima ribu) senjata yang memenuhi berita media pekan-pekan ini, terutama sejak munculnya viral isu atas informasi Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo yang sebenarnya informasi untuk di forum tertutup, namun telah beredar dan menimbulkan berbagai spekulasi. Muncul juga berbagai analisis pakar memenuhi media di Tanah Air.
Malam (Sabtu, 30/09) ini Kadiv Humas Polri, Irjen Polisi Setyo Wasisto memberikan penjelasan resmi menjawab isu yang kian liar itu. Penjelasan malam ini disampaikannya karena banyaknya pertanyaan awak media sejak siang tadi atas tertahannya impor senjata oleh Polri di Bandara Sukarno-Hatta. Kadiv Humas itu menegaskan bahwa Polisi memang mengimpor senjata pelontar granat untuk Korp Brimob. Impor ini sudah sesuai dengan prosedur. Begitu penjelasan Kadiv Humas, Setyo Wasisto kepada para wartawan.
Lebih jauh Kadiv Humas Polri mengeskan bahwa impor senjata itu sudah sesuai SOP yang juga melibatkan TNI. Tahap-tahapan yang standar untuk mekanisme impor senjata juga sudah dijalankan. "Jangan sampai isu-isu yang tak bertanggung jawab membuat dan menimbulkan keresahan di masyarakat." Begitu katanya di hadapan wartawan, sebagaimana kita baca di beberapa media lainnya, malam ini.
Tentang isu impor senjata yang tertahan di Bandara itu, Komandan Satuan Brimob juga memberi penjelasan. "Ini saya yang tanda tangan, hanya pelurunya, jumlahnya 5.932, dan senjatanya cuma 280. Jadi, tidak banyak sebenarnya. Saya ada, Dansat Brimob, dan semuanya ada satu," kata Kepala Korp Brimob Polri, Irjen Murad Ismail, di Mabes Polri hari ini. (mengutip berita detiknews malam ini). Artinya, tidak ada yang salah dengan impor senjata yang sempat membuat berbagai spekulasi itu.
Yang harus dipahami masyarakat adalah bahwa impor senjata yang dilaksanakan Polri ini, ternyata sudah sesuai dengan prosedur yang sah sebagaimana dijelaskan Kabid Humas Polri, Irjen Polisi Setyo Wasisto itu. Bagi masyarakat, simpang-siur itu tidak perlu terjadi agar tidak membuat kesalahpahaman yang dapat menimbulkan keresahan. Apa yang disampaikan Polri malam ini adalah penjelasan akurat yang meluruskan simpang-siurnya berita impor senjata selama beberapa hari ini. Intinya, impor itu sudah sesuai prosedur.
Mari kita pahami dengan jernih bahwa Polri telah melakukan prosedur yang benar dalam memenuhi kebutuhan senjata di Kepolisian Negara ini. Jangan kita sampai terpengaruh berita-berita yang mendeskriditkan sesama aparat negara yang justeru merugikan bangsa kita sendiri. Bersatu kita teguh, bertelagah kita kita runtuh.***
Penulis: M RASYID NUR
Tidak ada komentar