Melihat Pengolahan Laksa Desa Sungai Buluh
MELIHAT PENGOLAHAN MIE SAGU/LAKSA DI DESA SUNGAI BULUH
SUNGAIBULUHUNGAR.COM – Laksa merupakan salah satu usaha ditekuni warga Desa Sungai Buluh Kecamatan Ungar. Warga Sungai Buluh yang menggolah makanan ini cukup ramai. Produksi Laksa di desa ini dalam satu hari bisa mencapai ratusan kilogram (Kg).
Prospek usaha laksa saat ini sangat menjamin. Karena peminat laksa terus bertambah. Hal inilah mendorong masyarakat desa ramai menekuni pekerjaan membuat laksa. Namun, tentunya usaha mereka ini harusnya disentuh oleh pemerintah dikarenakan pembuat laksa rata-rata bekatagori Usaha Kecil menengah (UKM).
laksa terbuat dari bahan rumbia. Namun, sebelum menjadi laksa, rumbia itu dioleh menjadi tepung. Selesai menjadi tepung, bahan tersebut harus direndam dengan air panas, sampai tepung tersebut dapat di iris layaknya mie.
“Dalam satu hari, kami produksi laksa sekitar 20 kilogram,” kata Nani, salah satu warga yang menjalani Industri Rumah Tangga ini .
Industri rumah tangga warga Desa Sungai Buluh ini telah ditekuni sebagian masyarakat belasan tahun lamanya. Industri laksa dilakukan secara kekeluarga dan tradisional. Meski demikian, industri inilah yang telah banyak membantu masyarakat menambah penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup.
“Sudah lama juga yah saya membuat laksa, mungkin sudah belasan tahun lamanya,” katanya.
Nani menceritanya dahulu ia menjual laksa ke ibu kota Kabupaten dan pasar-pasar di Tanjungbatu Kecamatan Kundur. Namun, saat ini, ia menjual di sekitar Kecamatan Ungar saja, hal ini dikarenakan permintaan laksa di kecamatan pun cukup ramai.
“Hanya Rp 5 ribu per kilogram. Harganya emang murah dan terjangkau masyarakat,” kata Nani.
Laksa merupakan salah satu makanan khas di Kecamatan Ungar. bahan-bahan pembuatan mie sagu ini, mudah didapati di desa ini. Jadi tidak heran, warung atau kedai-kedai makanan kerab menjajakan laksa. Mau mencoba mencicipi Laksa, silakan datang ke kampong kami. (admin).
Tidak ada komentar