Header Ads

Header ADS

Persuasif dan Politik

Politik itu dapat dikatakan sebagai strategi.  Meskipun arti dari politik sendiri bukan semata-mata strategi. Namun, dunia perpolitikan tidak telepas dari startegi.  Isi praktik berpolitik juga sebenarnya strategi, dan bukankah utuk memperoleh tujuan politik,  diperlukan strategi ?


Dalam hal strategi, banyak cara yang dilakukan oleh para politikus. Namun secara verbal, strategi tersebut bisa tergambar melalui bahasa. Apapun yang dilakukan oleh para politikus, baik secara fisik, kita mampu menganalisanya dengan kemampuan berbahasa. apalagi yang sifatnya secara verbal melalui penyampaian-penyampaiannya.


Sebagai contoh, salah satu media sosial (Facebook), menjadi media untuk startegi dalam meraih simpatik masyarakat. Publikasi di medsos ini, mulai dari kegiatan fisik seperti gotong royong bersama warga, takziah, berpidato, menyerahkan bantuan dll, dapat kita saksikan dari dokumen foto yang diunggah dimedsos tersebut. Memang, ada yang  tidak dibumbuhi dengan pernyataan atau menuliskan keterangan sesuatu di dalam foto tersebut. Namun, tetap saja kita mampu menterjemahkan apa maksud dari foto itu.


Itu contoh secara fisik (visual). Namun ada juga strategi melalui verbal. yaitu bahasa-bahasa yang diungkapkan oleh para politikus yang disampaikan kepada masyarakat. Misalnya, penyampaian program, perencanaan, tujuan-tujuan pemanfaatan, dll. Justru strtegi secra verbal ini, terkadag justru menyentuh perasaan masyarakat. Bahkan sangat praktis dan cukup memberikan daya tarik yang besar untuk memberikan perhatian kita terpusat pada ucapan politikus ini.


Sebanarnya ilmu bahasa yang mampu menjadi sedemikan ini, karena bahasa memiliki ilmu persuasi. Dengan Teori ini, para politus dapat dengan mudah menyampaikan keinginannya. Dengan persuasif pula akan menjadi strategis politikus dalam menjalankan misinya. persuasif sendiri artinya mengajak dan mempengaruhi. Mempengaruhi orang lain tidak hanya dilakukan dengan cara-cara berbahasa. Namun juga dengan cara-cara fisik seperti kegaitan, gaya hidup, dan bahkan bernampilan juga bisa mempersuasif orang lain.


Sesuai dengan kemajuan teknologi sekarang ini yang justru disiapkan untuk kebutuhan-kebutuhan persuasif. Terbukti, banyak orang terpengaruh pada suatu hal yang didapatkan dari melihat teknologi. Persuasif menjadi bahan yang handal dan perlu pemahaman yang tinggi. Kita boleh sepele, memandang teori persuasif hanya dari kacamata pelajaran bahasa Indonesia disekolah. Padahal, persuasif justru masuk dalam sendi kehidupan yang menjadi suatu kebutuhan. Terutama dibidang politik. Kesemuanya itu, baik kita pengguna politik atau penikmat politik, kita tetap harus memahami ilmu atau teori persuasif. Agar kita tidak menjadi masyarakat yang mudah terprovokasi, terpengaruh, ikut-ikutan dalam setiap hal apapun. Karena, dimusim politik nanti akan banyak orang-orang yang menggunakan stretegi persuasif dalam meraih simpati. Terkadang bahkan, strategi persuasif menggunakan cara-cara yang tidak terpuji, seperti propaganda, menjatuhkan, memfitnah, dan pencitraan. Oleh sebab itu, tidak salah jika kita semua juga harus memahami persuasif, agar dapat menangkal hal-hal buruk tersebut.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.