Header Ads

Header ADS

Trasformasi Budaya Remaja

TRANSFORMASI BUDAYA REMAJA


Remaja adalah asset berharga bagi sebuah Negara, hancur, berkualitas, maju, mundurnya sebuah Negara semuanya tergantung pada bagaimana remaja itu mencermati dirinya. Jika ia menyadari bahwa masa depan suatu Negara terletak pada tangannya, maka sudahlah pantas ia akan menggunakan masanya saat menjadi remaja dengan sebaik mungkin, guna menimba ilmu yang diberikan, baik di sekolah oleh para guru maupun di masyarakat. ilmu-ilmu tersebut yang jelas akan berguna pada dirinya sendiri saat ia akan menjalani kehidupan kedepannya, atau  kelak saat ia menjadi pemimpin.


Dewasa sekarang ini terkadang para remaja banyak yang salah kiprah tentang masa remajanya, mereka lebih terpokus pada bagaimana menemukan jati dirinya, ketimbang mancari ilmu guna sebagai bekal kehidupannya nanti, sehingga mudah bagi mereka untuk dipengaruhi oleh teman-teman sebayanya maupun lingkungan sekitar, mudah mengikuti gaya atau tren yang beredar dan lain sebagainya “lo ga gaul kalo nggak begini”.


Menyadari hal diatas maka setiap remaja perlu adanya suatu pilter guna menyaring pengaruh-pengaruh yang tidak baik bagi dirinya. Atau bisa dikatakan remaja harus lebih jeli menggunakan pikira maupun perasaannya sebelum melakukan sesuatu, berpikirlah sebap-akaibatnya dari tindakan yang akan dilakukan tersebut, jangan terjadi baru menyesal belakangan.


Para remaja sekalian, sebelum kita lebih lanjut mengulas mari sama-sama kita renungkan “untuk apa kita hidup di muka bumi ini?apa yang telah kita lakukan pada saat sekarang ini?bermanfaat positifkah kedepannya atau hanya merusak masa depan kita? ………………………………..Jawaban dari itu semua yang jelas kita sendirilah yang mengetahui, jika jawaban itu mengarahkan pada hal-hal yang positif maka tingkatkan dan terus kembangkan dan pertahankan hal tersebut, tapi jika sebaliknya segeralah bertaubat agar tidak ada kata kata penyesalan.


Masih inggat dengan sebuah lagu Surtejo yang pernah di populerkan oleh kumpulan Jambrut pada tahun 2000an kemarin? Secara penalaran matematis dengan menggunakan prinsip silogisme lagu adalah seni dan seni adalah budaya dengan kata lain biasa kita simpulkan bahwa lagu adalah budaya. Mari sama-sama kita simak lagu tersebut.


Surti remaja anak bapak kades dan Si Tejo jejaka baru aja mudik berdua saling mencinta sejak lulus SD hingga kini beranjak gede bla…bla…bla.......…………..


MasyaAllah Segitu kejamkah dunia remaja sekarang........? mudah dipengaruhi oleh berbagai macam budaya. Kita kilas syair dari lagu di atas Luar biasa dulunya hal yang tabu kini menjadi hal yang layak dan pantas dinyayikan, sekali lagi lagu adalah budaya, benarkah budaya remaja sekarang ini seperti itu? Jika seperti itu kita bayangkan bagai mana transformasi budaya remaja sekarang?


Sampel kecil ini, belum lagi hal-hal tabu lainya, seperti berpakaian tapi terbuka seperti haiwan minum-minuman keraas di tempat umum saya rasa sudah cukup untuk mencerminkan bagai mana budaya yang berlaku pada remaja sekarang.


Wahai para penerus bangsa remaja tonggak kemajuan negara, berbenah dirilah jangan mencontoh hal-hal yang kurang baik, hiduplah dengan tujuan yang jelas, arahkan diri anda pada kebaikan, pertebal dan amalkan ilmu agama, agar ada suatu pilter dalam diri anda, Tanamlah Prilaku Tuailah Kebiasaan Tanamlah Kebiasaan Tuailah Karakter Dan Tanamlah Karakter Tuailah Budaya. Jika hal itu sudah kalian lakukan saya yakin kedepan budaya yang sifatnya tabu yang banyak kita lihat sekarang sebagai tontonan bebas akan terkikis dan diganti dengan budaya malu, etos kerja yang tinggi, dan berbagai macam budaya positif lainnya.


By Adrian, 25 Sep 17


Memory in SAPRAS SMK 1 K


 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.