Header Ads

Header ADS

Nah, Begini Cara Facebook Tangkal Konten P*rn@grafi

Kariclick Tips - Sosial media terbesar Facebook telah banyak pengguna aktif hariannya, memang beragam manfaat baik dapat kita dapatkan di dalam situs sosial media ini, akan tetapi tidak luput juga dari konten-konten tidak baik yang justru menimbulkan kontroversi dan kerugian dari sang penggunanya sendiri.

Seperti dikutip dari oketekno, penyebaran foto atau video hot oleh mantan pasangan yang kecewa hubungannya telah kandas, hal itu termasuk dalam kasus penyebaran konten p*rnografi, Nah, terkait hal tersebut, aplikasi jejaring sosial media milik Mark Zuckerberg CEO Founder, ini ternyata memiliki cara yang unik dan berbeda dengan sosial media lainya untuk menangkal konten negatif yang berbau m*sum.

[caption id="attachment_2082" align="alignnone" width="150"] Facebook CEO Mark Zuckerberg[/caption]

Jalin kerjasama dengan pemerintah Australia, aplikasi yang akrab disapa FB ini menggandeng e-Safety Commisioner untuk bersama menangkal peredaran foto-foto hot ataupun video m*sum tersebut. Langkah yang pertama adalah dengan cara mengunggah foto ataupun video p*rno itu ke aplikasi FB.

Setelah diunggah, foto atau video hot tadi akan dilakukan proses analisis dan penandaan menggunakan kecerdasan buatan serta algoritma khusus yang biasa dipakai oleh aplikasi FB. Dengan cara seperti itu, ketika dalam masa yang akan datang foto atau video mesum tersebut diunggah ke aplikasi, maka pihak Facebook lansgung dapat mengenali siapa yang mengunggah, selanjutnya video atau foto hot tersebut akan diblokir.

Akan tetapi, perlu diketahui jika cara unik FB tersebut hanya bisa dipakai ketika foto atau video yang diunggah oleh pengguna itu adalah file yang asli, bukan file hasil download atau postingan orang lain.

Hal itu mengantisipasi adanya foto atau video yang sudah dirusak atau diedit oleh applikasi-aplikasi lain, seperti dikutp dari The Verge, Kamis (9/11/2017).

Sebelumnya, pihak FB juga pernah menerapkan cara lain untuk menangkal penyebaran foto atau video hot, yakni dengan cara menerapkan sistem pemindaian wajah pada foto, yang mana hal tersebut dilakukan untuk mencegah penyebaran konten porno yang sudah dilaporkan dan dihapus.

“Mereka tak menyimpan gambar tersebut. Mereka hanya menyimpat tautan dan menggunakan kecerdasan buatan dan bermacam teknologi pengenalan foto. Jadi jika seseorang mencoba untuk menunggah foto yang sama, yang mempunyai jejak digital serupa, foto itu tak akan bisa diunggah,” ungkap Julie Inman Grant, perwakilan e-Safety Commissioner.(***)






style="display:block"
data-ad-format="fluid"
data-ad-layout-key="-fh+4u+bf-ee-cq"
data-ad-client="ca-pub-5860768994460593"
data-ad-slot="9688244498">

BACA ARTIKEL LAIN:


style="display:inline-block;width:320px;height:350px"
data-ad-client="ca-pub-5860768994460593"
data-ad-slot="1267485530">

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.