Header Ads

Header ADS

Puisi: Jantung Senja

Jantung Senja

Senja hari ini seperti aku
singkat dan ragu,beriringan dengan cemburu
Awan merah jingga mulai menganga seperti biasa
waktu aku mulai merindu dijantung senja
angka waktuku tiba berguguran
seperti angka kalender yang tak layak diperhitungkan.
Senja ini akan jadi senja yang terlupakan,andai bisa menjadi sia-sia
maka ku tuang sajak ini diselah isi ruang kepalaku
Kurangkai satu demi satu kalimatnya agar berwarna
cemas ku tak bernyawa, kaku sayangnya
tak lagi sepadan bernada, beku akhirnya dijantung senja
Sajak ini alam senjamu yang merumput dibenakku
Sajak ini waktu dan tanggal yang kulingkari untukmu
Kamu mengerti,
Sendiri yang berarti sepi
Jauhnya ibarat matahari pagi
Yang bisa kupandangi terangnya
Tapi halnya tak bisa kugenggami
Kamu tau,
Berapa banyak orang mati hati karna menunggu
Dan ini senin petang
Ditemani bayangmu yang masih belum tuntas hilang
Sebabnya ada sajak ini,karna dinding pembatas diantara kita
Yang tak bisa disatukan oleh apa-apa selain kata-kata
perkara kenangan tak hilang dikepala,yang masih sibuk bekerja
Kepalaku,tempat segala hangat senyummu
Kepalaku,adalah kekeliruan ruang rindu dijantung senjamu
Jika kamu lupa,rindulah sekali lagi untukku
Jika kamu ingat tentangnya,tikam rinduku sekali lagi

By : Setiawan Prayoga
@Onches_Flow

#SekedarGoresan #FiktifBelaka #TakNyata



style="display:inline-block;width:336px;height:280px"
data-ad-client="ca-pub-5860768994460593"
data-ad-slot="5748298784">

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.