Header Ads

Header ADS

Motivation: Membangun Diri Untuk Teman

Tidak lelah-lelahnya saya mau ngingetin.
Kalau ketika suatu kali kita ketemu kerabat atau temen yang sudah lama nggak ketemu, biasakan jangan langsung latah mengomentari berat badannya. Entah itu dia tambah gemuk atau tambah kurus.
Percayalah, basa-basi ini sudah terlalu klasik. Sudah menjadi sebuah kebiasaan yang membudaya. Sebuah budaya yang membosankan dan tidak membangun.

style="display:block; text-align:center;"
data-ad-layout="in-article"
data-ad-format="fluid"
data-ad-client="ca-pub-2923909208675378"
data-ad-slot="4868514036">


"Kamu kok makin gemuk ajaaaaaa?"
"Lho, kamu kurusan ya? Diet? Capek? Banyak pikiran? Suamimu nggak kasih makan?"

Percayalah. Yang ngomong gitu bisa dipastikan biasa aja, tapi yang denger pasti empet. Dan setelah berpisah right after obrolan basa-basi singkat, nggak padat, dan jelas nyebelin itu... yang ada kerabat atau temen kita itu nyesel banget udah ketemu kita. Berharap nggak pernah ketemu lagi, kecuali ilmu ngobrol kita sudah naik kelas jadi basa-basi yang lebih enak didenger dan bikin happy.

Saya belajar dari ibu saya.
Beliau itu setiap kali bertemu saudara atau kawan lama selalu yang keluar dari bibirnya adalah kalimat-kalimat yang positif dan hangat, contohnya "Kau kelihatan seger sekali. Tambah cantik aja ya kau?", atau "Tambah sukses ya kamu? Baik pekerjaanmu?", atau sesuatu seperti "Sehat-sehat, pak?"
Tidak heran banyak sekali keluarga dan kawan-kawan yang menyayangi dan selalu kangen dengan ibu saya. Padahal ibu saya itu ibu-ibu biasa, bukan public figure atau minimal ketua RT.

Kadang ya, ketika saya bertemu seseorang yang ketemu langsung ngomentari tentang badan saya, kepengennya memotong pembicaraannya dengan membelokkan ke topik yang lebih "sehat" seperti "Eh jadi gimana kabar usaha menjahitmu? Laris manis?", tapi nasib naas... mau nyela aja nggak bisa karena si do'i kadung nyerocos masalah timbangan.
Alhasil pertemuan-pertemuan tak terduga macam itu yang biasanya singkat tersebut, berakhir dengan nggak greget dan hampa.
Nggak manis dan nggak berkesan.
Nggak ada doa yang diselipkan atau kalimat-kalimat penyemangat.
Padahal mengucapkan basa-basi yang sweet dan motivating itu nggak susah lho, hanya perlu dibiasain aja. Hasil tidak pernah mengecewakan kalau kita rajin latihan.

Be somebody who makes everybody feel like somebody.
Gantilah basa-basi soal berat badan dan sejenisnya dengan bertanya apa kabar, tanya apakah semua sehat-sehat, atau nggak ada salahnya sekali-kali memuji tentang dirinya yang tampak lain.
People will miss us and want to meet us again in the future.

Have a positive mind and positive vibes. Buat orang lain itu seneng ketemu kita walaupun kita itu mungkin kere dan nggak gorgeous.

style="display:block; text-align:center;"
data-ad-layout="in-article"
data-ad-format="fluid"
data-ad-client="ca-pub-2923909208675378"
data-ad-slot="2245950625">


Sumber/Penulis :Rahel Yosi Ritonga

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.