TERJEREMBAB DALAM PERMAINAN KATA
TERJEREMBAB DALAM PERMAINAN KATA
Penulis tidak menyangka hingga detik ini telah menghasilkan 200-an lebih karya sastra yang berupa untaian-untaian kalimat yang bermakna dan bermanfaat bagi diri dan sesama. Ini semua berawal dari kegelisahan penulis untuk memenuhi angka kredit agar dapat naik lebih tinggi dari sebelumnya Sehingga penulis membuat dua buah makalah seadanya. Kemudian setelah diperiksa dan dinilai oleh tim penilai belum layak harus dilakukan perbaikan atau revisi di sana sini.
Kemudian penulis mencari sumber informasi dan inspirasi agar dapat memenuhi poin angka kredit untuk naik pangkat yang lebih tinggi dari sebelumnya. Penulis terkesima dan terinspirasi dari kata-kata Bapak sastrawan besar Indonesia yaitu Pramoedya Ananta Toer. Beliau mengatakan, “ Orang boleh pandai jauh sampai ke langit tetapi bila ia belum pernah menulis ia akan hilang dalam masyarakat dan sejarah. Menulis adalah untuk kehidupan.” Selanjutnya penulis juga terilhami dari Khalifah Ali Bin Abi Thalib.Ia mengatakan , “ Penulis pasti mati. Hasil karya penulis itu tidak akan mati. Maka tulislah sesuatu yang membahagiakanmu di hari akhirat nanti.” Bermodalkan dua inspirator itu, penulis mencoba memberanikan diri untuk menulis karya sastra antara lain pantun, puisi, dan cerpen.
Alhamdulilah semenjak akhir bulan Desember tahun 2015, penulis mencoba untuk menulis puisi yang bertemakan tentang “sudut kota”. Waktu itu penulis akan mengikuti lomba menulis puisi yang diselenggarakan oleh sebuah penerbit yang berlokasi di kota kembang yaitu Bandung melalui facebook. Walhasil , penulis tidak menyangka dan menduga bahwa puisi yang dikirimkan oleh penulis yang berjudul “ Karimun Kota Kelahiranku “ lolos untuk dibukukan dan mendapatkan sertifikat atau piagam penghargaan elektronik yang dikirim melalui email. Dengan melihat isi dari email penulis membuat hati penulis berdegub kencang gembira bukan kepalang. Wajah penulis pun sumbringah dan menghadirkan spirit yang tinggi untuk berkarya dengan jerih payah tangan dan keringat sendiri. Dengan berteman dengan banyak penerbit di Indonesia ini untuk mengikuti segala bentuk lomba membuat puisi. Begitu banyak penerbit yang menyelenggarakan lomba puisi tersebut membuat penulis sibuk dan kewalahan untuk mengikuti seluruhnya tergantung batas akhir dikumpulkan puisi-puisi tersebut. Inilah pengalaman pertama bagi penulis untuk berpikir lebih keras agar dapat mengejar dateline. Sertifikat atau piagam penghargaan elektronik sudah diperoleh. Tinggal menunggu bukunya yang datang. Untuk mendapatkan buku itu tiba, maka daripada itu harus dibutuhkan dana yang tidak sedikit.
Hingga kini sudah ada beberapa buah buku antologi atau kumpulan puisi karangan bersama teman-teman yang gemar dan menyukai karya sastra ini antara lain
1. Rindu Rasul dalam ( Rindu Muhammad SAW , Indie Digital Media Publishing, 2016 ).
2. Jika Sampah Bisa Bicaradalam ( Sendiri Berdekap Sepi, Stepa Pustaka , 2016 ).
3.Selamanya Cinta dan Cinta Berbalut Misteri dalam ( My Poem With Love, Acong Publisher dan Oksana Publishing, 2016 ).
4. Di Laut Kita Jaya dalam ( Menghempas Karang, FAM Publishing, 2016 ).
5.Pencarianku Berakhir Sudah dalam ( Izinkan Aku Melindungimu, Zliby Publisher, 2016 ).
6. Karimun Kota Kelahirankudalam ( Sudut Kotaku, Aria Mandiri Group, 2016).
7.Suamiku dalam ( Love in the Silent, Uwais Inspirasi Indonesia, 2016 ).
8.Back To You dalam ( Hijrah ke Jalan Mu, Nahima Press, 2016 ).
9. Buat Sang Pelopor, Engkaulah Pencipta Perubahan Itu, Kau Si Hitam Misteri, Makhluk Terindah Yang Pernah Ku Miliki dalam (Secangkir Sajak Surgawi, Oksana Publishing dan Beebook Publisher, 2016 ).
Dengan adanya beberapa buah karya sendiri ini penulis tidak ingin berhenti sampai disini terus mengikuti berbagai perlombaan penulisan puisi dari berbagai penerbit yang menyelenggarakannya dengan aneka ketentuan dan syarat yang berlaku untuk diikuti.Tanpa disadari oleh penulis sudah banyak puisi yang telah dihasilkan hingga sampai buku ke empat yang mana masing-masing buku kumpulan puisi itu terdiri dari tujuh puluh buah puisi minimal yang harus dibuat untuk mengikuti buku kumpulan puisi yang terbit secara gratis. Sudah tiga (3) buah buku antologi atau kumpulan puisi yang sudah jadi untuk diterbitkan namun entah mengapa berita untuk diterbitkan itu bagaikan hilang ditelan bumi. Tetapi penulis berbaik sangka saja barangkali ada sebab musababnya sehingga lama sekali untuk diterbitkan. Terlepas dari diterbitkannya buku itu atau tidak, penulis tetap menulis puisi tiada henti sehingga penulis menyatakan akan menjadikan kejadian- kejadian atau peristiwa-peristiwa yang terjadi di dalam kehidupannya akan dituangkan dalam hasil karyanya yaitu puisi-puisi yang penuh makna danmembahagiakan penulis itu pada hari kemudian atau di hari akhirat nanti.
Buku antologi atau kumpulan puisi yang sudah dihasilkan oleh penulis itu dengan diberi judul antara lain :
1. Jika Sampah Bisa Bicara.
2. Filosopi Secawan Kopi
3. Secawan Kopi dan Sebungkus Roti
4. Filosopi Sandal Jepit
Di samping itu tiada terfikirkan oleh penulis bahwa ada pengagum rahasia melalui hubungan handphone yang ingin berkenalan lebih jauh. Ia seorang mahasiswa yang telah lama bergelut di bidang sastra semenjak duduk di bangku sekolahan hingga sekarang sedangkan dibandingkan dengan penulis sangat jauh sekali pengalamannya dan penulis bagaikan langit dan bumi.
Dengan berbagai kesibukan sekolah, penulis mencoba tetap untuk menorehkan ide-idenya ke dalam bentuk puisi sehingga ia mengikuti pelatihan guru dahsyat kreatif abad ke 21 melaluli aplikasi Whatsap yang mana sudah berjalan dua (2) bulan dari bulan Januari tahun 2017. Di dalam grup guru dahsyat tersebut, penulis mencoba untuk mengupload puisi dan pantun. Tanpa dinyana, hasil karya penulis diakui cukup baik oleh teman-teman guru di grup guru dahsyat tersebut,. Yang tak disangka-sangka lagi, hasil karya penulis itu dapat menginspirasi teman-teman guru se-Indonesia yang mengikuti pelatihan onlinetersebut. Sehingga dengan menampilkan pantun dan puisi, penulis telah banyak dikenali oleh teman-teman guru di grup whatsapp itu.Ada berita yang sangat menggembirakan lagi teman-teman di grup guru dahsyat ini yang sebelumnya belum bisa membuat pantun dan puisi sekarang alhamdulilah sudah bisa membuat sendiri.Yang lebih keren lagi penulis di bilang Ustad oleh master yang memberikan materi seminar ketika dan CEO-nya grup guru dahsyat ini memberikan gelar PLM atau (Poem Life Management) yang ditemukan oleh penulis. Subhanallah, sungguh luar biasa rahmat Allah SWT sehingga penulis makin bersemangat untuk terus berkarya dengan jalan dan dunia yang baru ini untuk dapat memberikan manfaat bagi diri maupun orang lain di mana pun berada. Semoga.
Sumber : gurusiana.id
Penulis : Dedi Wahyudi
Tidak ada komentar